Gubernur DKI Pramono Anung Targetkan RDF Plant Olah 1.000 Ton Sampah/Hari, Kurangi Kiriman ke Bantargebang

Jakarta, 9 Maret 2026 – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan memperketat aturan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan RW agar tidak semua limbah rumah tangga langsung dikirim ke TPA Bantargebang.

Dalam kunjungan kerjanya ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang pagi ini, Pramono menargetkan pembangunan dan optimalisasi fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Jakarta bisa mengolah minimal 1.000 ton sampah per hari dalam dua tahun ke depan.

“Sampah yang sudah terpilah dan memiliki nilai kalori tinggi akan diolah menjadi RDF untuk bahan bakar pabrik semen dan industri lainnya. Ini akan mengurangi volume sampah yang masuk ke Bantargebang hingga 30-40 persen,” ujar Pramono saat memberikan keterangan pers.

Langkah ini diambil menyusul insiden longsor di area TPST Bantargebang beberapa waktu lalu yang menewaskan beberapa pekerja dan masih menyisakan 5 korban dalam pencarian. DPRD DKI juga mendesak audit menyeluruh terhadap sistem operasional TPA terbesar di Asia Tenggara tersebut.

BMKG Peringatkan Curah Hujan Tinggi Saat Puncak Mudik Lebaran 2026 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan masih berada di level tinggi hingga akhir Maret 2026, bertepatan dengan puncak arus mudik Lebaran yang diprediksi terjadi pada 16-18 Maret.

Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir di sejumlah titik rawan di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Beberapa waktu lalu, banjir mendadak melanda kawasan Periuk Damai saat warga sedang sahur, membuat puluhan rumah terendam hingga 1,5 meter.

Pengamat transportasi menyarankan masyarakat yang mudik menggunakan transportasi umum darat maupun kereta api agar lebih aman dibandingkan menggunakan sepeda motor pribadi di tengah cuaca ekstrem.

Fenomena Pengemis Musiman Muncul di Bogor Saat Ramadan Di Kabupaten Bogor, muncul ratusan pengemis “musiman” yang baru terlihat saat memasuki bulan Ramadan. Banyak di antaranya berasal dari daerah luar Bogor dan Jakarta yang sengaja datang mencari sedekah di lampu merah dan pasar tradisional.

Petugas Satpol PP setempat menyatakan akan meningkatkan razia dan pendataan, namun mengakui tantangan karena sebagian besar bersifat temporer dan berpindah-pindah lokasi.