Kabupaten Buru di Maluku Catat Surplus Beras 14.545 Ton

Ambon ( 457melaniemeadowslane.com ) – Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, mencatat surplus beras sebesar 14.545 ton pada 2025. Pencapaian ini didorong oleh meningkatnya produktivitas pertanian padi, khususnya di kawasan Dataran Waeapo yang menjadi sentra utama produksi.

Bupati Buru, Ikram Umasugi, menyampaikan bahwa surplus tersebut merupakan hasil kerja keras para petani yang didukung oleh sinergi pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kolaborasi lintas sektor dinilai berperan besar dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di wilayah tersebut.

“Surplus beras 14.545 ton pada 2025 menjadi bukti nyata perkembangan pertanian di Kabupaten Buru,” ujar Ikram saat menghadiri Panen Raya Padi di Desa Wanareja, Kecamatan Waeapo, Senin. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Buru sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Maluku.

Saat ini, Kabupaten Buru memiliki luas baku sawah sekitar 8.435,14 hektare, dengan lahan sawah produktif mencapai 4.127,75 hektare. Pada 2025, pemerintah daerah menargetkan luas tanam padi sawah hingga 11.766 hektare guna menjaga keberlanjutan produksi.

Ikram menambahkan, keberhasilan tersebut menunjukkan besarnya potensi sektor pertanian di “Bumi Bupolo” dan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan serta kedaulatan pangan daerah.

Untuk meningkatkan produktivitas beras, Pemerintah Kabupaten Buru terus melakukan berbagai langkah strategis, terutama di kawasan Dataran Waeapo. Upaya ini meliputi optimalisasi dan perluasan lahan tanam, peningkatan indeks pertanaman, serta pembenahan sistem irigasi agar ketersediaan air bagi sawah tetap terjaga.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian, seperti benih unggul dan alat mesin pertanian, termasuk pompa air. Pendampingan teknis kepada petani dilakukan secara berkelanjutan melalui peran penyuluh pertanian dan Babinsa.

Penguatan sinergi lintas sektor bersama Forkopimda terus dilakukan untuk mengawal program ketahanan pangan. Di saat yang sama, kelembagaan kelompok tani juga diperkuat agar semakin mandiri dalam mengelola produksi hingga tahap pascapanen.

Seluruh upaya tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil panen, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani serta memperkokoh peran Kabupaten Buru sebagai lumbung pangan andalan di Provinsi Maluku.

angkaraja