Jakarta – Petugas pemakaman di Tanah Wakaf Masjid Jami Al Muflihun, Bintaro, Jakarta Selatan, mengungkapkan bahwa keluarga telah menyiapkan lokasi makam untuk Alvaro Kiano Nugroho (6), korban penculikan dan pembunuhan yang kasusnya menyita perhatian publik.
“Sudah disiapkan sejak tiga hari lalu,” ujar Andi, salah satu petugas makam, kepada wartawan, Rabu.
Ia menjelaskan, keluarga langsung meminta penggalian makam begitu jasad Alvaro ditemukan dan dibawa ke Rumah Sakit Polri pada Minggu (23/11).
Pihak makam telah menggali lahan kecil sepanjang 120 sentimeter, ukuran standar makam anak kelas 1 SD. Namun pemakaman masih menunggu hasil tes DNA serta kelengkapan bagian tubuh korban.
“Setahu saya rahangnya masih belum ditemukan. Dalam ajaran Islam, tidak diperbolehkan memakamkan jenazah sebelum tubuhnya lengkap,” kata Andi.
Di sisi lain, penggali kubur bernama Kanang menambahkan bahwa nisan untuk Alvaro belum dipersiapkan karena masih menunggu instruksi keluarga.
“Nisan belum dibuat, baru galian saja. Keluarga biasanya memberi kabar lewat Pak Tugimin, lalu diteruskan ke RW,” jelasnya.
Sebelumnya, jasad Alvaro ditemukan di Sungai Cerewed, kawasan bawah Jembatan Cilalay, Kabupaten Bogor. Bocah tersebut telah dinyatakan hilang selama delapan bulan sebelum akhirnya jasadnya ditemukan.
Pelaku penculikan sekaligus pembunuhan Alvaro diketahui adalah ayah tirinya, Alex Iskandar (49), yang juga mantan suami Arum.
Pihak kepolisian melaporkan bahwa Alex ditemukan meninggal dunia diduga bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan pada Minggu (23/11) pagi, tak lama setelah ia ditangkap dan dijebloskan ke tahanan pada Rabu (19/11) malam.
Polisi mengungkap motif pelaku, yakni rasa cemburu terhadap istrinya, yang berujung pada tindakan tragis tersebut.
Editor : pttogel
Sumber : 457melaniemeadowslane.com